Rasain, bingung bingung deh…!

Februari 15, 2008 by isengkoe

Sebulan kemarin aku mengeluh melulu masalah koneksi internet, dial up lelet lah, telkomnet instan mahal lah, mengeluuuh melulu di milis mana-mana…. Mau pasang Speedy gak kebagian portnya, di tempatku terbatas sih, waktu itu dapet telepon kabel aja susah…. Firstmedia, Kabelvision, gak nyampe sini….
Akhirnya aku dan suami memutuskan, mau coba pake XL ajah, kebetulan udah pake xplor. Beli deh modemnya (betul ya?) ke Mangga Dua. Belum dipake nih, karena nunggu tanggal 16, tanggung kata customer servicenya, kalo sekarang udah dipake bakal ditagih biaya satu bulan (pake yang abodemen). Ya sudahlah… sementara telkomnet terus….

Laluu, aku kan jaga jadi konsultan ASI nih ceritanya, wealah… boleh make Speedy-nya, sepuasnya da unlimited…

And then, waktu lagi asyik-asyik internet-an, ada yang nelepon…. “Halo, ibu waktu itu pernah daftar Speedy ya? Sekarang ada nih port-nya. Kapan mau dipasang?”

“GUBRakkk!!!” Apa-apaan nih, kenapa berbarengan gini? Jadi merasa ditantangin; ‘Oke, keluhanmu terpecahkan, terus apa yang bisa kamu lakukan setelah dikasih kemudahan ini?’

Hehe…, jadi malu. Moral of the story : jangan banyak mengeluh, nanti pusing sendiri!

Betul-betul Iseng!

Januari 25, 2008 by isengkoe

Haii…..

Weleeeeh…. sebetulnya nggak maksud nih, kan lagi upload video ke photobucket, hualaaaaah…. lamanya….!! Ada komunitas dial up gak ya, kayaknya harus ikutan nih, hehe……

Jadi inget aku sering iseng nulis, kayaknya sih lumayan bagus tulisanku tuh, hihi….. narsis pisannh….

Ah biarin daripada nganggur di sent items-nya outlook express, mending kutransfer ke sini. KO eh OK deeh….

Apapun yang kutulis, semoga bermanfaat…!

Cheers…..

Januari 15, 2008 by isengkoe
INTERMEzZO : 2 Novel Mengesankan…

Week end kemarin, waktu lagi di Bandung, selesai merampungkan website jualan bukuku, sementara -untuk promosi belum tepat waktunya karena orang lain juga masih liburan sehingga mungkin jarang internetan- jadilah itu masa tenggang…. Sambil leha-leha liburan di rumah ortu di Bandung, aku baca dua novel. Sebetulnya sekarang-sekarang tuh lagi nggak napsu beli dan baca novel, yang pertama karena duit tabunganku lagi kesedot beli buku-buku bisnis, komputer dan bayar koneksi dial up internet (Gggrrrrhh…!!! Dial up udah mahal, lelet lagih…!). Yang kedua, waktu kesedot buat ngerjain belajar jualan online di samping ngurus satu anak SD dan dua balita yang pasti heboh…. Tapi berhubung novel yang satu gratisan dikadoin temen, dan yang satunya tergeletak dengan menggodanya, dan memang lagi nggak ada yang perlu dikerjain juga, jadi baca deh….

Buku pertama nih, Laskar Pelanginya Andrea Hirata…. tau dong, novel yang lagi naik daun, aku aja telat bacanya. Sebetulnya lebih tepat disebut biografi sastra kali (eh emang ada istilah itu, hehe…), karena menceritakan kisah nyata dari penulisnya, perjuangan seorang anak pulau Belitong menggapai cita-citanya. Wah seru bangeeeet…. Gimana perjuangan mereka menaklukkan alam untuk mencapai sekolah, gimana serunya belajar dengan segala keterbatasan, gimana ketulusan dan kecerdasan para tenaga pengajar dalam mengasuh anak didiknya, kayak baca buku Totto Chan deh… Cuma alurnya emang rada lompat-lompat, padahal pengen tau cerita masa SD-nya lebih banyak, pasti seru. Tapi di situlah asiknya baca novelnya Andrea, semau gue banget, apa yang dia pengen tulis dia tulis, peduli amat dengan pakem. Mungkin yang ditulis itu diprioritaskan betul-betul momen-momen yang paliiing berkesan banget, sehingga tekesan lompat-lompat. Yang antik, di chapter terakhir tiba-tiba ceritanya ganti sudut pandang, tadinya dari si Ikal (Andrea sendiri), di bagian ini tiba-tiba diceritakan dari sudut pandang Syahdan, temannya, udah satu bab itu aja, hehe…. Apapun itu, mereka (tokoh-tokoh di Laskar Pelangi) sangat beruntung, di usia yang sangat muda sudah berani bermimpi, sudah belajar membuat rencana masa depan. Sebagai anak kota yang segala-galanya lebih mudah sebetulnya, aku merasa rada telat bermimpi, tapi… gak ada kata terlambat lah…! Ada satu hal yang bikin jiper juga baca novel itu sebenernya, bahwa menggapai mimpi itu nggak mudah! Ada masanya turun, turuuun banget, waktu orang lain entah sudah di mana, sementara kita masih berkubang di tempat yang sama, bahkan seperti mundur ke belakang….. Hii…kalo bisa sih langsung sukses aja, bisa gak ya, hihi…. Jadi penasaran deh apa yang terjadi dengan tokoh-tokoh di cerita itu sekarang…

Buku kedua… A Thousand Splendid Suns…. Ga dapet cover Indonesianya neeh….

Hmm, sebetulnya dari dulu aku gak suka baca buku-buku yang berkisah tentang ketertindasan kaum perempuan, soalnya suka pedih… Nggak sanggup deh bacanya. Waktu temen-temen kuliah dulu sedang rame baca bukunya Nawal el-Sadawi, ‘Perempuan di Titik Nol’, selembar pun aku nggak mau baca, takut sedih…. Tapi kemarin kubaca juga deh, daripada tidur melulu… Kisah hidup dua perempuan Aghanistan…. Mariam, perjuangannya sejak lahir tanpa diharapkan, dibesarkan tanpa cinta, pengejaran mimpi yang ternyata membawa bencana, pernikahan yang dipaksakan di usia muda, sampai kepedihan dalam rumah tangga, dan akhirnya berujung pada eksekusi sebagai pesakitan…. Laila, wanita sarat gairah, terjebak dalam dilema antara hancur dilindas perang atau hidup sebagai duri di rumah tangga orang lain, dalam penantian akan cinta sejatinya…. Dua wanita yang hidup dalam kegetiran, dengan suami yang tidak dicintai dan tidak menghargai, di dunia di mana perempuan hanya jadi warga kelas dua. Duhh, ada ya tempat kayak gitu, pasti memuakkan tinggal di tempat di mana laki-laki hampir semuanya adalah pecundang, merasa gagah dengan menindas orang lain, gggrrrrrrhh…..!!! Tuh kan jadi napsu ginih…. Gila ya, kupikir film ’Osama’ tentang kehidupan di Afghanistan itu cuma rekaan, ternyata itu nyata Broer…. Hiks….

At least, membaca dua buku di atas bikin aku merasa bersyukur, alhamdulillaah… betapa dikasih begitu banyak kemudahan dalam hidup. Nggak ada alasan untuk nggak punya cita-cita dan sembunyi di balik keterbatasan-keterbatasan yang nggak ada nilainya sama sekali dibanding mereka-mereka…. Hiks, betul-betul menyentuh….